Banyak pelaku usaha merasa sudah punya brand hanya karena sudah punya nama dan logo.
Di kepala konsumen, brand bukan soal itu, lho. Brand adalah soal ingatan. Apakah konsumen masih teringat Anda saat butuh produk tertentu, atau langsung lupa begitu scroll ke bawah?
Di era sekarang, produk bagus saja tidak cukup. Kompetitor banyak, pilihan pun melimpah.
Yang diingat biasanya bukan yang paling murah atau paling canggih, tapi yang terasa “kenal”.
Brand yang kuat tidak dibangun dalam semalam. Tapi kabar baiknya, brand yang diingat juga tidak selalu butuh modal besar. Yang dibutuhkan justru konsistensi dan kejelasan arah.
Berikut 5 tips sederhana untuk membangun brand yang benar-benar menempel di ingatan konsumen, lengkap dengan contoh nyatanya. Catat, ya!
1. Tentukan Satu Pesan Utama, Jangan Ingin Jadi Segalanya
Kesalahan umum brand kecil biasanya ingin terlihat bisa segalanya.
Hari ini bicara murah, besok bicara premium, lalu lusa bicara kualitas terbaik. Akibatnya, konsumen bingung.
Brand yang diingat biasanya hanya menempel dengan satu hal utama.
Contohnya, ada usaha kopi yang selalu menekankan “kopi enak tanpa ribet”.
Dari nama menu, caption media sosial, sampai cara melayani pelanggan, semuanya sederhana dan santai. Konsumen akhirnya mengingat mereka sebagai kopi yang praktis dan tidak neko-neko.
Pesan utama ini harus konsisten. Tidak perlu banyak, cukup satu yang jelas.
2. Konsisten Tampil, walau Sederhana
Brand yang jarang muncul akan cepat dilupakan. Namun, muncul di sini bukan berarti harus selalu promosi.
Banyak UMKM merasa minder karena desainnya sederhana. Padahal, konsistensi jauh lebih penting daripada kesempurnaan.
Lebih baik tampil rutin dengan gaya yang sama, daripada sekali bagus lalu menghilang.
Misalnya, ada brand makanan rumahan yang selalu pakai tone bahasa yang hangat dan “ibu-ibu banget”. Tidak selalu jualan, kadang hanya cerita dapur atau proses masak. Pelan-pelan, konsumen merasa akrab.
Brand yang akrab biasanya lebih mudah diingat.
3. Buat Brand Terasa Selayaknya Manusia
Konsumen sekarang cepat bosan dengan bahasa promosi yang terlalu kaku. Mereka lebih tertarik pada cerita, proses, dan sisi manusia di balik bisnis.
Contohnya, ada UMKM fashion yang sering bercerita tentang kesalahan produksi, stok yang telat, atau proses belajar mereka. Tidak selalu rapi sih, tapi jujur. Justru itu yang membuat brand terasa hidup.
Saat brand tampak manusiawi, konsumen tidak merasa sedang “dibujuk”, tetapi diajak ngobrol.
Dan obrolan lebih mudah diingat daripada iklan.
4. Punya Ciri Khas Kecil yang Konsisten
Brand tidak selalu butuh hal besar untuk diingat. Kadang cukup satu kebiasaan kecil.
Ada brand minuman yang selalu menulis pesan singkat di cup. Ada toko online yang selalu membalas chat dengan gaya khas. Ada pula UMKM yang selalu mengucapkan kalimat penutup yang sama di setiap transaksi.
Hal-hal kecil seperti ini sering dianggap sepele, tapi justru menjadi pembeda.
Konsumen mungkin tidak sadar secara langsung. Di balik itu, otaknya menyimpan pola yang akan terus diingat.
Saat mereka menemui pola serupa lagi, brand Anda akan muncul dalam ingatan. Mau kaya gitu juga?
5. Tepati Janji, Jangan Berlebihan di Awal
Brand rusak bukan karena kurang promosi, melainkan janji yang tidak ditepati. Banyak usaha terlalu bersemangat di awal, menjanjikan segalanya, lalu kewalahan sendiri.
Lebih baik janji sedikit tetapi konsisten terbukti.
Anggap saja Anda menjanjikan pengiriman 2 hari, pastikan itu benar-benar terjadi. Jika Anda mengklaim respons cepat, maka chat haram hukumnya dibiarkan berjam-jam tanpa kabar.
Kepercayaan yang dibangun dari pengalaman nyata jauh lebih kuat daripada slogan yang indah.
Brand yang Diingat itu Terasa, Bukan Dihafal
Brand yang kuat tidak membuat konsumen berpikir keras. Ia terasa familiar, ngena di otak dan hati, serta bikin ngomong, “Ini yang kemarin.”
Itulah kenapa brand besar bisa bertahan lama. Bukan karena selalu paling murah atau paling canggih, tapi karena konsumen sudah nyaman dan percaya.
Membangun brand yang diingat konsumen sejatinya berbicara mengenai arah. Selama pesannya jelas, tampilannya konsisten, dan pengalamannya sesuai janji, brand Anda punya peluang besar untuk melekat di ingatan.
Tertarik belajar lebih jauh tentang branding, strategi bisnis, pemasaran, dan cara membangun usaha yang relevan dengan perilaku konsumen saat ini?
Anda bisa menemukan banyak insight praktis di terryruddysales.com. Pembahasannya ringan, realistis, dan dekat dengan kondisi pelaku usaha sehari-hari, lho.
